Halaman


Ayam bakar merupakan salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia, nggak terkecuali untuk kanti-kanti yang ada di Kabupaten Bungo, Jambi. 

Nah, di Bungo ada salah satu tempat makan yang menjual kuliner ayam bakar dengan nama "Ayam Bakar Mak Vera".

Letak restoran ini ada di jalan lintas Bungo-Bangko, sederetan dengan Saoenk Kito Bungo, sebelum Masjid Agung Bungo.

Awalnya kami tertarik mampir di sini karena melihat papan restaurannya yang bukan hanya ada nama tempatnya tapi juga cuplikan dafar menunya, salah satunya ada aneka Cumi dan Gurame. 

Namun setelah masuk, duduk, dan memanggil pramusaji untuk memesan makanan, ternyata banyak menu yang tertera nggak ada alias kosong. Cukup mengecewakan karena di kertas menu banyak banget daftarnya, tapi yang tersedia hanya menu ayam saja.

Yah, sebenarnya nggak salah juga sih. Nama tempatnya aja "Ayam Bakar Mak Vera" tapi kan kalau gitu nggak perlu nulis banyak menu.

Karena sudah terlanjur masuk, kami tetap memesan menu ayam bakar madu, ayam goreng kremes, dan cah kangkung. Untuk minumnya kami memesan es jeruk.

Untuk menu yang lain, kanti-kanti bisa melihat pada daftar menu di bawah ya, tapi seperti cerita di atas ketika kami di sana, menu yang lainnya kebanyakan kosong. 



Sebelum pesanan datang, kami melihat interiornya yang cukup "membingungkan". Karena di bagian depan, tampak meja dan kursi ditata seperti di cafe, sedangkan bagian dalamnya ada beberapa meja dan kursi untuk lesehan yang memang lebih tepat untuk tempat makan yang menjual menu-menu masakan Nusantara.

Selain itu wallpaper dindingnya sangat beragam dan berbeda-beda antara dinding satu dengan yang lainnya. Ada wallpaper Doraemon, di sebelahnya wallpaper Tayo, pada dinding lain wallpapernya bunga-bunga, tiang-tiangnya juga ada wallpaper pola bulat-bulatšŸ˜¢.




Memang benar yang terpenting dari bisnis kuliner adalah rasa makanannya, tapi keindahan dan kenyamanan tempat juga menjadi pertimbangan bagi pelanggan. Hanya saja terlepas dari itu, tempatnya bersih, dan air untuk cuci tangan pun bersih. 

Kira-kira menunggu 15 menit, pesanan kami datang. Dari tampilannya, terlihat standar seperti tempat makan ayam bakar/goreng pada umumnya. Terdiri dari nasi, lauk, lalapan, dan sambal. Nah, yang istimewa, ayam bakarnya disertai dengan sambal pete. Sedangkan ayam gorengnya dengan sambal biasa.

Untuk rasa, suprisingly ayamnya lembut dan bumbunya terasa gurih dan manis dari madunya. Sambalnya juga pedas, dan petenya menambah sensasi enaknya. Cah kangkungnya juga pedas banget, jadi kalau nggak suka pedas request aja ke pramusajinya ya. 



Dari segi rasa kami bisa memberikan nilai 8/10 untuk ayam bakar madu di sini. Sedangkan untuk tempat hanya 6/10, dan semoga saja lain kali menunya tersedia lengkap jadi bisa mencicipi menu cumi dan guramenya. 

Sekian review kuliner Galeri Jambi kali ini, semoga bisa menambah refrensi kanti-kanti yang akan ke Bungo. Cek juga rekomendasi kuliner Bungo lainnya di blog ini ya. 

 

Review Ayam Bakar Mak Vera Bungo

Galeri Jambi


Ayam bakar merupakan salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia, nggak terkecuali untuk kanti-kanti yang ada di Kabupaten Bungo, Jambi. 

Nah, di Bungo ada salah satu tempat makan yang menjual kuliner ayam bakar dengan nama "Ayam Bakar Mak Vera".

Letak restoran ini ada di jalan lintas Bungo-Bangko, sederetan dengan Saoenk Kito Bungo, sebelum Masjid Agung Bungo.

Awalnya kami tertarik mampir di sini karena melihat papan restaurannya yang bukan hanya ada nama tempatnya tapi juga cuplikan dafar menunya, salah satunya ada aneka Cumi dan Gurame. 

Namun setelah masuk, duduk, dan memanggil pramusaji untuk memesan makanan, ternyata banyak menu yang tertera nggak ada alias kosong. Cukup mengecewakan karena di kertas menu banyak banget daftarnya, tapi yang tersedia hanya menu ayam saja.

Yah, sebenarnya nggak salah juga sih. Nama tempatnya aja "Ayam Bakar Mak Vera" tapi kan kalau gitu nggak perlu nulis banyak menu.

Karena sudah terlanjur masuk, kami tetap memesan menu ayam bakar madu, ayam goreng kremes, dan cah kangkung. Untuk minumnya kami memesan es jeruk.

Untuk menu yang lain, kanti-kanti bisa melihat pada daftar menu di bawah ya, tapi seperti cerita di atas ketika kami di sana, menu yang lainnya kebanyakan kosong. 



Sebelum pesanan datang, kami melihat interiornya yang cukup "membingungkan". Karena di bagian depan, tampak meja dan kursi ditata seperti di cafe, sedangkan bagian dalamnya ada beberapa meja dan kursi untuk lesehan yang memang lebih tepat untuk tempat makan yang menjual menu-menu masakan Nusantara.

Selain itu wallpaper dindingnya sangat beragam dan berbeda-beda antara dinding satu dengan yang lainnya. Ada wallpaper Doraemon, di sebelahnya wallpaper Tayo, pada dinding lain wallpapernya bunga-bunga, tiang-tiangnya juga ada wallpaper pola bulat-bulatšŸ˜¢.




Memang benar yang terpenting dari bisnis kuliner adalah rasa makanannya, tapi keindahan dan kenyamanan tempat juga menjadi pertimbangan bagi pelanggan. Hanya saja terlepas dari itu, tempatnya bersih, dan air untuk cuci tangan pun bersih. 

Kira-kira menunggu 15 menit, pesanan kami datang. Dari tampilannya, terlihat standar seperti tempat makan ayam bakar/goreng pada umumnya. Terdiri dari nasi, lauk, lalapan, dan sambal. Nah, yang istimewa, ayam bakarnya disertai dengan sambal pete. Sedangkan ayam gorengnya dengan sambal biasa.

Untuk rasa, suprisingly ayamnya lembut dan bumbunya terasa gurih dan manis dari madunya. Sambalnya juga pedas, dan petenya menambah sensasi enaknya. Cah kangkungnya juga pedas banget, jadi kalau nggak suka pedas request aja ke pramusajinya ya. 



Dari segi rasa kami bisa memberikan nilai 8/10 untuk ayam bakar madu di sini. Sedangkan untuk tempat hanya 6/10, dan semoga saja lain kali menunya tersedia lengkap jadi bisa mencicipi menu cumi dan guramenya. 

Sekian review kuliner Galeri Jambi kali ini, semoga bisa menambah refrensi kanti-kanti yang akan ke Bungo. Cek juga rekomendasi kuliner Bungo lainnya di blog ini ya. 

 

1 komentar:

Silahkan Berkomentar Tanpa Menyinggung SARA atau SPAM ya.