Tampilkan postingan dengan label Budaya Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya Jambi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Mei 2020

Lirik dan Makna Lagu Jambi "Ketimun Bungkuk"


Orang Jambi mungkin sudah nggak asing ya dengan lagu Ketimun Bungkuk, zaman admin kecil dulu lagu ini hits banget. Sampai sekarang kami masih menyukai lagu ini karena musiknya yang enak didengar, dan liriknya yang sarat makna.

Ketimun Bungkuk di sini merupakan kiasan dari orang yang selalu direndahkan karena fisik atau latar belakangnya. Sebagaimana ketimun sayuran yang biasanya dipilih orang yang bentuknya bagus, lurus, panjang, bukan yang pendek, kecil, dan bungkuk. Padahal manusia harusnya menjunjung tinggi toleransi, apa lagi perkara fisik yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa. 

Senin, 13 April 2020

Pantun Jambi (Pantun Rundingan Lamaran)




Halo kanti-kanti, sudah tahu kan kalau pantun merupakan salah satu adat yang melekat dengan kehidupan masyarakat melayu Jambi. Pantun juga bukan cuma digunakan saat acara pembuka atau dalam sambutan saja, tetapi juga dalam proses adat lamaran dan pernikahan.

Nah, berikut ada pantun yang dibuat oleh kanti kita Nofitriana Ardi @nofitriana11 yang sudah tiga kali mengirimkan karyanya berupa Pantun Jambi #1 dan Pantun Jambi #2.

Langsung saja yuk kita simak pantunnya. 

Minggu, 25 Agustus 2019

Pantun Selamat Datang / Pantun Pembuka / Pantun Jambi


pantun jambi pantun selamat datang
Kalau kanti-kanti pernah hadir di acara-acara adat Jambi atau acara yang bernuansa daerah Jambi pasti pernah melihat pembawa acaranya membuka suasana dengan sebait dua bait pantun. Hal itu karena Jambi banyak suku melayu yang lekat dengan pantun.

Pantun Jambi #2


Musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan, membuat udara di provinsi Jambi akhir-akhir ini kurang bersahabat. Sehingga muncul tagar #JambiBerasap. Hal tersebut menginspirasi kanti kito, Nofi Triana (@nofitriana21) membuat karya pantun Jambi. 

Rabu, 21 Maret 2018

Pantun Jambi #KaryaKantiKito



Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara.Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir. Pantun melatih seseorang berpikir tentang makna kata sebelum berujar. pantun juga melatih orang berpikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata. (wikipedia)




Di Jambi pantun merupakan bagian dari kebudayaan dan adat melayu Jambi. Kerap kali kita dengar pantun disenandungkan di acara-acara adat. Baik itu lamaran, pernikahan, penyambutan pemimpin atau tamu, dan lain sebagainya. 

Nah kali ini Galeri Jambi dapat kiriman dari kanti kito, Nofi Triana (@nofitriana21).  Beberapa pantunnya menggambarkan akhlak dan sifat yang dimiliki oleh bujang gadis Jambi. Beberapa lagi menggambarkan perasaan. Elok nian pokoknyo. 

Ini dia pantun-pantunnya :

Selasa, 20 Maret 2018

Mengenal Jenis Tengkuluk dan Maknanya


Halo kanti-kanti, sebagaimana kita ketahui bahwa Tengkuluk merupakan tutup kepala tradisional wanita Jambi. Sudah sejak lama Tengkuluk menjadi lambang kesahajaan wanita Jambi. Tapi tahukah kanti bahwa setiap model Tengkuluk mempunyai makna yang berbeda dan dipakai ke acara yang berbeda pula.

Tengkuluk berarti penutup kepala dan sering disebut takuluk atau kuluk. Selain berfungsi sebagai salah satu pelengkap busana tradisional, tengkuluk  juga bisa digunakan dlm acara formal, pesta adat serta pelindung kepala saat di sawah. Seiring bergulirnya waktu, fungsi tengkuluk tidak hanya sekedar penutup kepala saja, tetapi menjadi lebih kompleks, sebagai alat atau penunjuk agama dan status sosial. Hingga kini, tengkuluk masih tetap setia menjadi simbol kecantikan dan keluhuran budi wanita Melayu Jambi. hingga saat sekarang tengkuluk dalam bentuk asli masih di pakai oleh orang - orang tua di dusun dusun, yang mena penggunaan tengkuluk yaitu dengan melilitkan kain di atas kepala sesuai dengan pungsinya, tanpa menggunakan peniti ataupun jarum. cerminan keluhuran budi terlihat pada saat wanita wanita jambi hendak keluar rumah mereka tetap akan menutup kepala mereka. (source : here )